
Duduk Perkara Penemuan Mayat di Jalan Sukarno-Hatta, Diketahui Karyawan Badak LNG. Hampir 4 jam lamanya mayat warga Berbas Tengah, Bontang, itu dibiarkan tergeletak oleh warga. Lantaran warga setempat sama-sama khawatir jika korban meninggal karena terpapar Covid-19.
bisque-mole-706934.hostingersite.com, Bontang – Rabu 28 Juli 2021, sekira pukul 10.00 Wita, Herdi memacu kendaraan roda dua miliknya, melewati jalan setapak yang berada di belakang Kafe Alam Sejati 77, tepatnya di sekitar Jalan Sukarno Hatta, RT 14, Desa Suka Rahmat, Kutai Timur. Dimotornya terdapat bongkahan es batu. Pria itu berencana mendatangi kandang ayam miliknya.
Sekitar 200 meter dari jalan utama. Herdi menepikan kendaraannya. Alangkah kagetnya pria itu. Di depan matanya dia melihat sesosok pria tergeletak. Badannya kaku terbaring di atas semak-semak, mengenakan baju motif garis-garis, celana coklat, dan sepatu boots. Disampingnya, terdapat dua bambu panjang.
Berbekal rasa penasaran, Herdi lalu mendekati pria tersebut. Dipanggil beberapa kali, pria itu hanya diam. Karena merasa takut, dia kemudian meneriaki warga yang berada di lokasi kejadian. Warga pun berdatangan. Namun, tak ada satu pun warga yang berani menyentuh jasad lelaki itu.
“Saya mau ke kandang ayam bawa es batu. Kaget pas liat ada mayat tergeletak di situ,” ucap Herdi, orang pertama yang menemukan jasad korban, kepada bisque-mole-706934.hostingersite.com, Rabu (28/07/2021).
Salah satu warga yang berada di tempat kejadian perkara (TKP), menghubungi Polsek Bontang Barat. Sekitar pukul 11.30 Wita, pihak berwajib sampai di TKP. Melakukan pemeriksaan, dan menutupi jasad pria itu dengan selembar kain warna putih.
Lantaran TKP tersebut masuk dalam kawasan Kutai Timur. Aparat Polsek Bontang Barat lalu berkoordinasi dengan Polsek Teluk Pandan. Tak berselang lama, sekitar 12.30 Wita personel Polsek Teluk Pandan datang membawa serta tim Covid-19 Desa Suka Rahmat.
Warga maupun petugas tak satupun berani mendekat. Jasad pria itu dibiarkan tergeletak hampir empat jam lamanya. Dari pantauan media ini, jasad pria yang belakangan diketahui merupakan warga Berbas Tengah, Bontang Selatan, baru dievakuasi sekitar pukul 13.40 Wita. Selanjutnya dibawa ke RSUD Taman Husada Bontang, untuk dilakukan visum.
[irp]
Babinsa Desa Suka Rahmat, Andi Kadir menyebut, korban diduga meninggal dalam kondisi kecapean, setelah mengambil bambu untuk dibuat pagar di kebun yang dia kelolah. Tak ditemukan tanda-tanda kekerasan. “Dugaan sementara, mungkin karena kecapean setelah ambil bambu,” jelas Andi Kadir.
Sebagai informasi, penemuan mayat korban berinisial Sa (55) ini merupakan warga Berbas Tengah, Bontang Selatan. Dia sehari-harinya bekerja sebagai tenaga kontrak di Badak LNG. Saat ini dia sedang menjalani WFH. Adapun kebun di Jalan Soekarno-Hatta ini milik orang lain, yang korban kelola. (*)
Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Dirhanuddin
